Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Jika Telinga dan Mata Bisa, Kenapa Hati Tidak?

Kita bisa menutup mata dan telinga terhadap hal yang kita tidak ingin lihat dan dengar. Seandainya hati bisa demikian, tentu akan sangat menyenangkan.

Manusia memang makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa. Mereka dianugerahi dengan akal untuk berpikir dan hati untuk merasa.

Namun kali ini aku terlampau jengah dan ingin sejenak memadamkan hati. Ingin aku berlari dan melupakan segalanya. Sejenak saja.

Rasa itu hinggap lagi. Rasa yang pernah ku coba enyahkan dengan setiap tetes tenaga yang nyaris terkuras habis.

Kucoba memejam mata. Aku tak melihatnya. Kucoba menutup telinga. Aku tak mendengarnya. Lalu hatiku mencobanya. Namun tidak bisa.

Terimakasih Tuhan, mungkin ini adalah cara-Mu memberi kekuatan. Satu skenario sempurna untuk memberitahu bahwa berlari bukan solusi. Apapun alasannya.

I wear my scars proud and think of it as my armor. First-born sons are supposed to be badass right?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *