Review Musik

Review yang Terlambat : Figura Renata, Jawaban Atas Hilangnya Banda Neira

Figura Renata, duo indie folk asal Semarang yang memberikan angin segar di ranah musik lokal dengan album self-titled nya di awal 2017. Duo yang berdiri sejak 2015 ini bisa menjadi sahabatmu dalam menyaksikan turunnya hujan, ataupun menemanimu berkontemplasi dengan mata yang terpejam.

Hadirnya Figura Renata seakan menjadi tunas baru atas hilangnya Banda Neira yang memutuskan untuk mengakhiri perjalannya di 2016 silam.

Bernaung dibawah payung label Sahaya Record, duo yang beranggotakan Deviassita Putri (piano & vokal) dan Bima Sinatrya (gitar & vokal) ini berhasil menyajikan satu kematangan dalam bermusik. Dengan warna denting piano dan petikan dawai gitar, di album barunya ini Figura Renata mencoba untuk membalut lirik yang cukup cryptic dengan alunan melodi yang menenangkan.

8994925035433_600
Figura Renata (2017)

Dalam lagu berjudul “Hingga Tenang”, Figura Renata mencoba menyihir pendengarnya untuk mengikhlaskan amarah-amarah yang yang tertahan. Diawali dengan petikan gitar ala folk dari Bima Sinatrya yang seakan menjadi penawar untuk meluruhkan padatnya emosi yang telah lama mengendap.

Lagu “Melukis Dendam” memiliki lirik dengan nuansa yang cukup gelap. Deviassita Putri mencoba melukiskan arti sunyi dengan sebenar-benarnya dengan menceritakan rasa gundah dan sepi yang bercampur menjadi satu. Balutan alunan piano didalam lagu ini berhasil menyihir lirik lagu yang pedih menjadi sebuah ungkapan rasa yang indah.

Selain dua lagu di atas, masih ada enam lagu lagi yang siap membawa kita untuk sekedar berdialog dengan diri sendiri. Dan yang pasti, dengan album barunya ini Figura Renata berhasil menjadi #PlayOnLoop untuk beberapa minggu kedepan.

Semoga dengan album barunya ini, Figura Renata akan menjadi angin yang selalu berhembus untuk membawa kesejukan di kancah musik Indonesia.

 

 

Review Musik

Banda Neira – Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Banda Neira kembali menghembuskan angin sejuk untuk menemani gerimis di awal tahun ini. Judul Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti tersemat dalam album kali ini bukan tanpa makna, kedewasaan bermusik sangat terasa baik dalam nada maupun lirik yang ada; sangat Banda Neira.

Keteduhan pagi sangat terasa didalam petikan gitar sederhana Ananda Badudu pada lagu Matahari Pagi. Buku Le Petite Prince menjadi inspirasi lagu Pangeran Kecil, diawali dengan alunan string yang perlahan masuk menjadi intro dengan ditemani petikan gitar.

Dentingan Glockenspiel dari Rara Sekar sangat lekat di album sebelumnya tidak terdengar kali ini. Mungkin melalui album ini, Banda Neira mencoba mematahkan ranting lama untuk sebuah tunas baru yang membawa nyawa-nyawa segar di belantara musik Indonesia.

Daftar lagu :
1. Matahari Pagi
2. Sebagai Kawan (Menampilkan Jeremia Kimosabe)
3. Pangeran Kecil
4. Pelukis Langit
5. Utarakan
6. Biru (Menampilkan Layur)
7. Bunga
8. Sampai Jadi Debu (Menampilkan Gardika Gigih)
9. Langit Dan Laut
10. Re: Langit Dan Laut
11. Mewangi
12. Derai-Derai Cemara (1949) Musikalisasi Puisi Chairil Anwar
13. Tini Dan Yanti
14. Benderang
15. Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Download via iTunes or Deezer