Perjalanan dan Manusia

Jakarta dan Suatu Doa Dalam Parasut

Parasut ini ibarat doa dan rantauanku di Jakarta, dengan  parasut itu, maka kita bisa bersahabat dengan angin dan bisa mendarat di tempat yang kita minta. Maaf bang saya emang suka mengibaratkan sesuatu sedari dulu hahaha.

Sudah tiga puluh tahun lebih saya bisa hidup dan menghidupi dengan parasut-parasut plastik ini. Sejak harganya hanya Rp400, hingga saat ini terpaksa menjadi Rp15.000.

Saya bersyukur sekali bisa dikaruniai rasa cukup. Seusai Subuh, doa saya cuma satu bang, berikan saya rasa kecukupan dengan rizki yang Engkau ridhoi. Dan alhamdulullah, anak saya saat ini ada lima, yang empat sudah bisa menghidupi dirinya sendiri. Tinggal si bungsu aja ini bang! maklum dia masih sekolah.

Walaupun sekarang tak lagi selaris dua puluh tahun silam, saya tetap setia menjalani profesi ini. Alasannya sederhana bang, saya bahagia. Saya senang sekali melihat anak kecil yang merengek meminta mainan, lalu kembali ceria saat parasut ini ia dapatkan. Ketimbang lama terdiam di depan layar gawai miliknya, lalu menangis minta cepat pulang untuk mengisi batere saja.

Selain itu, baru beberapa hari yang lalu saya merasa terharu, sangat terharu bang. Kenapa? saat itu ada seorang ibu yang membelikan putranya parasut ini. Kemudian setelah ia menerimanya, ia berkata,

“Wah, masih sehat pak? Masih ingat saya?”

“Sehat bu, alhamdulillah. Maaf bu, saya sepertinya sudah lupa, kalau boleh tahu, ibu ini siapa ya”

“Oh syukurlah pak kalau begitu. Wah bapak sudah lupa ya”, tuturnya sambil tersenyum.

Kemudian ibu itu berkata kepada anaknya,

“Kakak, ini pak Agus, sosok yang selalu kamu dengar ketika nenek bercerita tentang ibu” (Agus, 2017)

Perjalanan dan Manusia

Jakarta di mata seorang Kapten Jack Sparrow

Kenapa Kapten Jack Sparrow sebenarnya aku pun bingung mas kalau ditanya seperti itu, karena aku bisa menjadi apa saja dari minggu ke minggu, dari Bung Karno hingga Doraemon.

Aku tinggal di Galur mas, daerah dekat Poncol di Pusat. Aku nekat merantau dari Indramayu bersama istriku sejak awal kami menikah, dan aku bersyukur dia tetap mendukungku dalam kondisi apapun.

Disini sebenarnya masih baru mas, dari akhir 2007, masih baru kan mas. Oh iya, ini cuma pekerjaan sambilan saja di akhir pekan. Lumayan mas, disini aku cuma duduk saja bisa dapat duit tambahan?

Mungkin mas tidak percaya, namun dalam hari-hari biasa aku bekerja sebagai juru ketik di salah satu kelurahan di Jakarta Barat, ya bisa dibilang cukup lah mas untuk kebutuhan sehari-hari dan uang saku anak.

Tahun lalu putri sulung ku sudah bekerja, selepas ia tamat SMK, dan adiknya yang masih SD saat ini sedang jalan-jalan dengan Ibunya, tadi sih di sekitar sini.

Kalau ditanya tantangan terberat, mungkin adalah proses izin awal untuk bisa buka lapak di sini mas. Saat itu jawara lokal di daerah sini cukup banyak, cukup membuat pusing ketika berhitung setoran dan setoran. Belum lagi mereka saat itu juga ribut satu dengan yang lain, berebut lahan kekuasaan lah katanya. Pemerintah saat itu sepertinya tidak terlalu ambil pusing untuk masalah ini.

Dan aku juga tidak mau banyak mengeluh, jalani saja, semua sudah diatur kok mas. (Firman, 2017)

#31HariMenulis

 

Perjalanan dan Manusia

Jakarta dan Idealisme Tersembunyi Warung Masakan Padang

Bang, dengar kataku bang, tidak akan ada orang Padang yang merantau dan langsung membuka warung makan Padang! Membuka warung adalah babak final dari pekerjaan demi pekerjaan yang pernah dijalani.

Aku merantau ke Jakarta sebelum kamu lahir bang, di Juli 1988. Aku ingat benar waktu itu betapa susahnya mencari kapal di Bakaheuni, antrean tiket seperti ular, panjang sekali! Bahkan aku hampir berkelahi dengan calo yang menawarkan tiket seenaknya.

Sesampainya disini aku menumpang sebentar di rumah Ante di Cipulir sembari mencari kerja, kerja apapun InsyaAllah aku siap, asalkan itu halal.

Dua hari kemudian aku bertemu dengan Pak Hadi, kenalan Ante, kebetulan dia punya pabrik besi kecil di daerah Cipulir. Hari itu juga aku dapatkan pekerjaan pertamaku, sebagai tukang besi. Aku menggantikan salah satu karyawannya yang mengundurkan diri karena istrinya hamil tua di Tangerang.

Dan akhirnya setelah beberapa pekerjaan lain yang mempertemukanku dengan istriku sekarang, aku putuskan untuk membuka warung makan Padang di 2010. Hingga saat ini alhamdulillah aku sudah punya tempat tinggal untuk keluargaku

Ku beritahu bang, orang padang yang membuka warung itu punya tradisi yang unik. Kalau Abang ingin porsinya banyak, mintalah di bungkus bang, jangan di makan di warung, porsinya pasti lebih sedikit. Kenapa? karena jaman dulu saat belanda masih di Indonesia, hanya orang belanda saja yang makan di warung, pribumi biasanya minta di bungkus daun pisang. Itulah kenapa porsinya berbeda bang hahaha.

Kalo abang tanya kenapa aku merantau ke Jawa, ini adalah wujud janjiku pada Abak di Sigando. Kalau disuruh memilih, aku lebih suka tinggal di kampung dan bertemu kawan setiap hari.  Cuma aku tak pandai merawat sawah Abak, biarkan Abang sulung ku sajalah.

Awalnya jelas aku takut lah bang, siapa sih bang yang tidak takut dengan Jakarta. Namun saat ini, setelah melihat ketiga anakku besar, aku sempat menyesalkan ketakutanku dulu. (M. Afrizal Koto, 2017)

#31KisahJakarta

 

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Prolog: Dari Jakarta dan Seluruh Isinya

Banyak orang bilang kalau hidup di Jakarta itu kejam, tapi benarkah demikian?

Setelah setahun lebih aku tinggal di kota ini, menurutku Jakarta itu tidak kejam, dia hanya menuntut sedikit perjuangan. Jakarta adalah tempat bagi pejuang yang gusar akan batas, dan Jakarta menjadi kota dimana anak manusa mengerti akan arti pulang yang sebenarnya.

Beberapa menit yang lalu aku berbincang dengan seseorang yang nampaknya cukup malas untuk berkunjung ke Jakarta. Macet dan panas tuturnya. Aku cukup bisa memahami mengapa dia berkata demikian, mungkin dia sedang sial saja. Tetapi, saranku untuknya hanya satu, mungkin kamu harus mencoba melihat Jakarta dengan lebih dekat.

Terlepas dari perbincanganku diatas, bagiku Jakarta adalah buku dongeng tebal yang yang berisikan banyak cerita, masyarakatnya menjadi aktor sekaligus penulis yang memiliki peran dalam menentukan kisah apa yang tertuang didalamnya.

Dalam 31 hari kedepan, Jakarta dan seluruh isinya akan menceritakan sedikit kisah-kisah kecil untuk menunjukkan bawasanya hidup di sini tidak sekejam lagu-lagu Iwan Fals yang pernah kamu dengar.

Review Musik

Review yang Terlambat : Figura Renata, Jawaban Atas Hilangnya Banda Neira

Figura Renata, duo indie folk asal Semarang yang memberikan angin segar di ranah musik lokal dengan album self-titled nya di awal 2017. Duo yang berdiri sejak 2015 ini bisa menjadi sahabatmu dalam menyaksikan turunnya hujan, ataupun menemanimu berkontemplasi dengan mata yang terpejam.

Hadirnya Figura Renata seakan menjadi tunas baru atas hilangnya Banda Neira yang memutuskan untuk mengakhiri perjalannya di 2016 silam.

Bernaung dibawah payung label Sahaya Record, duo yang beranggotakan Deviassita Putri (piano & vokal) dan Bima Sinatrya (gitar & vokal) ini berhasil menyajikan satu kematangan dalam bermusik. Dengan warna denting piano dan petikan dawai gitar, di album barunya ini Figura Renata mencoba untuk membalut lirik yang cukup cryptic dengan alunan melodi yang menenangkan.

8994925035433_600
Figura Renata (2017)

Dalam lagu berjudul “Hingga Tenang”, Figura Renata mencoba menyihir pendengarnya untuk mengikhlaskan amarah-amarah yang yang tertahan. Diawali dengan petikan gitar ala folk dari Bima Sinatrya yang seakan menjadi penawar untuk meluruhkan padatnya emosi yang telah lama mengendap.

Lagu “Melukis Dendam” memiliki lirik dengan nuansa yang cukup gelap. Deviassita Putri mencoba melukiskan arti sunyi dengan sebenar-benarnya dengan menceritakan rasa gundah dan sepi yang bercampur menjadi satu. Balutan alunan piano didalam lagu ini berhasil menyihir lirik lagu yang pedih menjadi sebuah ungkapan rasa yang indah.

Selain dua lagu di atas, masih ada enam lagu lagi yang siap membawa kita untuk sekedar berdialog dengan diri sendiri. Dan yang pasti, dengan album barunya ini Figura Renata berhasil menjadi #PlayOnLoop untuk beberapa minggu kedepan.

Semoga dengan album barunya ini, Figura Renata akan menjadi angin yang selalu berhembus untuk membawa kesejukan di kancah musik Indonesia.

 

 

Fotografi

3 Tahapan Wajib dalam Mobile Photo Editing

Di jaman serba medsos saat ini, punya foto profil keren adalah kewajiban yang ga boleh dilupain. Banyak hal dilakuin untuk dapet foto terbaik, dari cekrek-cekrek jutaan kali, ngejungkir balik, sampe ngedit foto dari pagi sampe pagi.

Banyak banget apps yang tersedia, baik itu di PlayStore maupun di AppStore. Semuanya punya tujuan yang sama, yaitu bikin bagus foto yang kamu punya. Namun, saking banyaknya apps yang ada, kadang malah bingung sendiri harus download yang mana. Kan ga mungkin ya kalo download semuamuanya buat coba-coba, kecuali kalo kuota bisa tumbuh di pohon terserah deh.

Nah sebenernya namanya ngedit foto tuh ada tiga langkah dasar, yaitu :
cleaning, tweaking, dan finishing.

1. Cleaning
Aplikasi yang digunakan : TouchRetouch

Untuk tahap pertama ini tujuan kita adalah ‘ngebersihin’ gambar dari objek-objek yang ga perlu. Kamu bisa cari apps ini di PlayStore atau AppStore.

Udah putus? hapus kenangan yang ga penting
Udah putus? hapus kenangan yang ga penting

2. Tweaking
Aplikasi yang digunakan : SnapSeed

Abis kita bersiin gambar yang kita punya dari obyek-obyek yang ga perlu, sekarang saatnya tweaking detail-detail yang ada, misalnya warna kulit, warna gigi, mata, dan lain-lain.

Tujuan Tweaking adalah merapihkan detail-detail yang ada.
Tujuan Tweaking adalah merapihkan detail-detail yang ada.

3. Finishing
Aplikasi yang digunakan : VSCO

Setelah semuanya udah di tweak, saatnya kita finishing. Nah untuk finishing kita pake apps VSCO yang filternya banyak banget buat kita pilih. Intinya di tahap finishing adalah menentukan tone warna keseluruhan dari foto yang kita buat.

Contoh hasil foto dari filter pada aplikasi VSCO
Contoh hasil foto dari filter pada aplikasi VSCO

Nah jadi gitu tahap-tahap dalam editing foto. Sebenarnya banyak lagi yang bisa di explore, namun pada dasarnya ya yang udah ditulis diatas tadi. Penjelasan diatas memang masih tidak mendetail, karena intinya kamu harus mencoba sendiri untuk tau fungsi-fungsi dan dapat feel nya, hehe.

Well,selamat mencoba!

Review Musik

Banda Neira – Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Banda Neira kembali menghembuskan angin sejuk untuk menemani gerimis di awal tahun ini. Judul Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti tersemat dalam album kali ini bukan tanpa makna, kedewasaan bermusik sangat terasa baik dalam nada maupun lirik yang ada; sangat Banda Neira.

Keteduhan pagi sangat terasa didalam petikan gitar sederhana Ananda Badudu pada lagu Matahari Pagi. Buku Le Petite Prince menjadi inspirasi lagu Pangeran Kecil, diawali dengan alunan string yang perlahan masuk menjadi intro dengan ditemani petikan gitar.

Dentingan Glockenspiel dari Rara Sekar sangat lekat di album sebelumnya tidak terdengar kali ini. Mungkin melalui album ini, Banda Neira mencoba mematahkan ranting lama untuk sebuah tunas baru yang membawa nyawa-nyawa segar di belantara musik Indonesia.

Daftar lagu :
1. Matahari Pagi
2. Sebagai Kawan (Menampilkan Jeremia Kimosabe)
3. Pangeran Kecil
4. Pelukis Langit
5. Utarakan
6. Biru (Menampilkan Layur)
7. Bunga
8. Sampai Jadi Debu (Menampilkan Gardika Gigih)
9. Langit Dan Laut
10. Re: Langit Dan Laut
11. Mewangi
12. Derai-Derai Cemara (1949) Musikalisasi Puisi Chairil Anwar
13. Tini Dan Yanti
14. Benderang
15. Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Download via iTunes or Deezer

Celoteh dan Cerita

14 Unusual Love Songs for Your Valentine's Day

tumblr_o1mqhl8CRn1umw84oo1_1280 With Valentine’s Day coming so near, I’m feeling kinda mellowed and lovey-dovey. How could I not? Love is in the air. Love and romance themed decoration everywhere. I personally don’t celebrate it though, it just brings the hopeless romantic in me. So I gather up some songs to put into a kind of quirky love song playlist. So here it goes! the 14 unusual love songs for your Valentine’s day 1. Kiana – Again 2. Borns – Seeing Stars 3. Hanako Oku – Chokorēto 4. Payung Teduh – Mari Bercerita 5. Christina Perri – The Words 6. Rene Olstead – A Love That Will Last 7. Mina Alali – Can’t Help Falling in Love 8. Adele – All I Ask 9. Lifehouse – Falling In 10. Gnash – I Hate U I Love U 11. Eric Martin – I Love the Way You Love Me 12. Frau – Sepasang Kekasih yang Bercinta di Luar Angkasa 13. Justin Bieber – Be Alright 14. Owl City – Vanilla Twilight All of the songs above are handpicked. They all good, or at least they all sounds good 🙂

It’s better to say too much. Then never to say what you need to say againJohn Mayer
]]>

Celoteh dan Cerita

14 Unusual Love Songs for Your Valentine’s Day

tumblr_o1mqhl8CRn1umw84oo1_1280

With Valentine’s Day coming so near, I’m feeling kinda mellowed and lovey-dovey. How could I not? Love is in the air. Love and romance themed decoration everywhere. I personally don’t celebrate it though, it just brings the hopeless romantic in me. So I gather up some songs to put into a kind of quirky love song playlist. So here it goes! the 14 unusual love songs for your Valentine’s day

1. Kiana – Again
2. Borns – Seeing Stars
3. Hanako Oku – Chokorēto
4. Payung Teduh – Mari Bercerita
5. Christina Perri – The Words
6. Rene Olstead – A Love That Will Last
7. Mina Alali – Can’t Help Falling in Love
8. Adele – All I Ask
9. Lifehouse – Falling In
10. Gnash – I Hate U I Love U
11. Eric Martin – I Love the Way You Love Me
12. Frau – Sepasang Kekasih yang Bercinta di Luar Angkasa
13. Justin Bieber – Be Alright
14. Owl City – Vanilla Twilight

All of the songs above are handpicked. They all good, or at least they all sounds good 🙂

It’s better to say too much. Then never to say what you need to say againJohn Mayer