Lain-lain

Do or Die

provehito

In the middle of the night, when the angels scream,
I don’t want to live a lie that I believe.
Time to do or die.

jared

Celoteh dan Cerita

Aku, Kime dan Madar (Part 2)

Halooo, kembali lagi dengan Aku disini. Berhubung cerita si Kime dan Madar yang kemaren udah lama ga di diterusin, sekarang aku mau ngelanjutin cerita yang sempet nganggur beberapa bulan lamanya.

Kisah ini dimulai di bulan September. Kime dan aku kebetulan sedang selo-selonya dari yang namanya kuliah, karena saat itu kita udah ga punya lagi tanggungan yang namanya kuliah –tinggal skripsi sih, tapi ya jangan anggep beban deh, rayakan bebas teori dengan jalan-jalan kesana sini.

Oh iya! sebelum lanjut, aku belum ngenalin temenku Kime sama kalian. Jadi di tulisan kali ini mungkin kita kenalan dulu ya sama dia.

kimeKime ini cewe sawo matang yang suka banget sama yang namanya tape. Sebagai tape fangirl, dia suka banget sama apapun yang berhubungan dengan tape. Dari wedang tape, tape goreng, tape ketan, sampe parahnya dia punya parfum yang baunya kaya tape (dia ngelesnya itu aroma bunga, tapi namanya ga jelas dan aku lupa). Ibarat kalo genderuwo ditandai dengan bau gosong, nah kalo kamu mencium semerbak aroma tape, pasti ada Kime yang akan menampakkan diri.

Kime juga suka banget jalan-jalan, maklum, dia sista-sista yang sehari-hari selalu sibuk ngurusin online shop jualan baju yang udah dia bangun sejak lama. Ngeluhnya setiap hari selalu sama, kalo ngga tentang customer yang bego, ga sabaran, marah-marah, banyak alasan, banyak mintanya, pengan cepet, bayar ngaret, duit mepet, hingga ribuan jenis customer lainnya yang ga bisa disebutin satu-satu.

Dibalik segala ke-sista-an nya itu, Kime ini cewe yang baik banget. Menurutku dia cewe keempat paling baik yang pernah aku temui, setelah ibuku, eyangku, dan adikku. Aku sering banget ngrepotin dia dalam segala hal, dari minta tolong A, B, sampe Z, sampe-sampe aku mikir kalo Kime ini punya bakat yang membuat dia bisa menemukan kebahagiaan dalam segala kerepotan. Aku ngga tau, mungkin dari sejuta orang di dunia, yang baiknya bakal kaya Kime cuma satu.

Desas desusnya, di lingkungan temen cewenya, kehadiran si Kime ini paling ditunggu-tunggu. Karena si Kime ini selalu punya gosip-gosip tentang asmara yang paling disukai temen-temennya, yaitu tentang dirinya sendiri hahaha –yang bakal aku bocorin ‘dikit’ disini *evil smirk*

Ah udah ngomongin Kime nya, aku yakin kuping dia udah panas banget pas aku nulis tentang dia disini. Kedepan aku bakal ngenalin si Madar sama kalian, tunggu part 3 nya ya!

Celoteh dan Cerita

This is Ja!

mlz
Ternyata di Jakarta kemana-mana rasanya jauh. Jarak yang mungkin bisa ditempuh 20 menit di Jogja, disini bisa hampir satu jam. Gara-gara tadi macetnya panjang luar biasa dan ga kira-kira.

Makin males nulisnya gara-gara tadi siang disapa ibu-ibu kerudungan dengan sangat luar biasa.

Anjeng lu buruan maju!Ibu-ibu tadi siang, 2016

This is Ja, the city of mirage.
Everything are moving fast, the traffic ain’t.

Branding dan Marketing

Buzz Riding Marketing

Grab-bike memberikan tumpangan gratis untuk keperluan evakuasi atau transportasi #JakartaMencekamdetik.com

Itu salah satu judul berita yang terpampang di halaman pertama situs portal berita detik.com kemarin pagi. Grab-bike sukses memperoleh publisitas dari situs berita paling populer se-Indonesia, dan juga blog saya.

Sebenarnya saya kurang tau istilah yang tepat, mari sebut saja Buzz Riding. Beberapa literatur juga menyebutnya dengan istilah Reactvertising, sebuah campaign yang memanfaatkan momen yang terjadi.

Cerdas dalam memilih momen, campaign dari Grab-bike ini cukup viral dan menjadi bahan omongan di mana-mana, baik online maupun offline. Tentu hal ini menjadi nilai plus untuk Grab-bike sendiri, terutama dari sisi brand value.

Value Grab-bike makin naik setelah Gojek juga mengekor dengan campaign sejenis. Kenapa naik? karena ada satu berita berjudul “Ikuti Grab-bike, Gojek Juga Gratiskan Tarif demi Keperluan Transportasi dan Evakuasi”, alasannya cukup jelas.

Melihat contoh diatas, kita mungkin teringat dengan iklan dari Heineken yang memanfaatkan buzz dari iklan LINE versi AADC. Googling sendiri ya, saya belum sempat cari bentuk iklannya 🙂

Pada intinya, saat ini kita hidup di jaman yang serba cepat, real-time, dan berjalan 24/7. Kejelian dalam mengamati situasi menjadi hal penting. Setiap detik menjadi sebuah peluang untuk sebuah brand bisa stand out dari kompetitornya,

Sesuatu yang sering luput dari pandangan mata justru terkadang lebih esensial dibandingkan dengan hal-hal lainnya.2016

Lain-lain

Seadanya

Maksud hati menulis bagus, apa daya hati tak fokus.

Celoteh dan Cerita

Textual Gesture

texting-at-the-table22-1024x725

Jaman berubah, teknologi perlahan merubah cara dan kebiasaan kita dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Seperti menulis; Budaya menulis tangan perlahan mulai ditinggalkan. Berganti dengan mengetik pada layar kaca ponsel.

Pada dasarnya komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan, dimana diantara kedua pihak tersebit terjadi 2 proses penting, encoding dan decoding –komunikator melakukan encoding untuk menyisipkan maksud dan tujuannya didalam pesan tersebut, dan komunikan menasfirkan pesan itu dengan melakukan decoding.

Namun, diantara keduanya terdapat suatu hal yang dinamakan noise. Noise ini diibaratkan semacam pengganggu yang bisa mengakibatkan ‘salah tangkap’ atau miskomunikasi.

Hal ini menjadikan setiap pesan tentu sangat mungkin akan ditasfirkan berbeda-beda oleh setiap orang, tergantung tingkat noise nya. Akan lebih nyaman untuk menelepon teman dari dalam kamar dibandingkan jika kita menelepon mereka di tengah-tengah konser musik Metallica.

Ada berbagai bentuk dan cara dalam kita berkomunikasi, ada yg verbal langsung tatap muka, dan telepon ataupun tekstual melalui email, dan chat. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Jika kita berkomunikasi verbal secara langsung dan tatap muka, intonasi dan bahasa tubuh memiliki peran penting dalam proses penyampaian pesan. Hal tersebut bisa mengurangi dampak dari noise yang ada sehingga pesan bisa diterima dengan baik.

Namun bagaimana dengan komunkasi tekstual?

Terkadang jika kita mengamati, terdapar gestur dan intonasi didalam teks yang kita tulis. Tidak seperti komunikasi verbal yang intonasiya dan gesturnya dilakukan secara langsung dan diucapkan, komunikasi tekstual melakukan hal tersebut dengan simbol-simbol.

“Aku sayang kamu”

“Aku sayang kamu…”

“Aku sayang kamu!”

“AKU SAYANG KAMU”

atau

“Aku sayaaaang kamuuuuu~”

Jika kita membaca teks tersebut, suara yang terdengar di dalam kepala kita untuk setiap teks akan berbeda-beda bukan?

Hal ini tentu bisa dimanfaatkan untuk ‘membungkus’ pesan yang disampaikan agar bisa diterima dengan baik sesuai dengan maksud dan tujuan kita.

Lanjut besok 🙂

Lain-lain

Kamu Tidak Bosan?

Some people create their own storms, and then get upset when it rainsunknown

Bercerita berulang kali tentang hal-hal yang ditakutkan adalah cara untuk terbaik untuk menikmatinya; bukan mengatasinya.

Celoteh dan Cerita

1/90 @ Di Kota Orang

Tempatnya enak. Suasananya ya seperti agensi-agensi biasanya.

Ga ketat waktu, tapi juga ga punya jadwal.

Alur kerjanya masih bingung. Ah tapi itu masalah waktu doang.

Bisa bertahan? Bisa kok 🙂