Branding dan Marketing, Perjalanan dan Manusia

Berkah Ramadhan

[tagline]Hari Jum’at barokah ini bertepatan dengan hari terakhir dari kegiatan tahunan #31HariMenulis. Tidak terasa 31 hari berlalu begitu cepat, benar sepertinya orang yang mengatakan : jika kau menikmati waktu yang baik, ia akan cepat berlalu dan menorehkan rindu.[/tagline]

Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Selain berkah pahala, ada juga berkah rejeki. Kita bisa liat di beberapa sudut kota banyak orang berlomba-lomba jualan takjil dengan berbagai macam menu pilihan. Tentu hal ini sangat menyenangkan bagi yang suka jajan.

Omong-omong tentang jualan, sebenarnya kita ngga perlu capek-capek ngapling tempat, rebutan spot, atau usung-usung meja buat jualan. Banyak media lain yang bisa kita manfaatkan dalam rangka jualan di bulan Ramadhan ini.

Nah, disni saya mau sedikit berbagi hal-hal yang mungkin bisa membantu temen-temen menyusun kedua hal diatas, khususnya dalam hal jualan takjil.

[button color=”light” size=”small” type=”d3″ icon=”” target=”” url=”http://primanandaak.co/berkah-ramadhan-2″]Baca Selengkapnya[/button]

 

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Tentang Hidup

[tagline]Sore ini tetes air beramai ramai datang menemui sang bumi. Mereka satu demi satu menciptakan suara merdu yang membawa ketenangan syahdu.[/tagline]
[inline_media]

[/inline_media]
Hidup memang manis, sangat manis. Dia dipenuhi oleh berjuta kejutan kecil yang indah dan manis. Seperti aroma hujan yang menyelinap pelan dan menemanimu masuk kedalam peraduanmu. Seperti detik menyenangkan ketika sepasang pencinta tak sengaja berucap kata yang sama bersama.

Namun hidup juga terkadang pahit. Terkadang ia membawa sengatan yang membuatmu tetap terjaga. Seperti roda yang lelah, kempis dan menyerah ketika kau dalam perjalanan pulang. Sesederhana sinyal ponsel yang sekejap lenyap ketika kau merindunya.

divIni bukti bahwa hidup itu indah. Dia membawa dua hal itu dengan seimbang. Agar kita tetap tersadar dan tak terbuai dengan manis yang ia berikan. Agar kita maju kedepan dan menjadi lebih hebat.

Mungkin ini cuma sajak picisan murahan, lamis dan tak romantis. Sajak yang kurangkai semampuku, seluruhku, dalam suatu ruang waktu.

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Hati-hati Hati!

Hati adalah satu indera penyempurna manusia. Suatu indera yang tak sejajar dengan kelima indera lainnya. Suatu indera yang tak pernah buta.

Hati itu misteri. Kau tau apa yang ada didalamnya, namun tak jarang kau mengkhianatinya. Kemudian kau menyalahkannya.

Terkadang hatimu tak seperti biasanya. Dia membuatmu merasa hilang. Memaksamu untuk menelanmu hidup-hidup kedalam ruang alpa yang tak sengaja kau ciptakan.

Banyak orang berlomba memberitahumu tentang cara menggunakan hatimu. Memberimu pengharusan untuk membantumu menemukan bijakmu.

Tapi ketahuilah. Isi hatimu adalah urusanmu, dan Sang Maha perubah hati.

Hanya satu yang pasti,

Tidak ada ‘seharusnya’ dalam urusan hati.

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Sosok yang Tetap Tersenyum

25[tagline]Ini adalah tulisan yang lumayan panjang dan penuh dengan subyektifitas. Jika tidak berkenan, jangan buang waktu anda.[/tagline]

Jatuhnya orde baru dipandang sebagai satu titik balik bangsa Indonesia. Sebuah momen yang digadang-gadang dapat mengubah arah kurva tingkat kesejahteraan bangsa ini yang merosot di saat kepemimpinan Soeharto. Reformasi merupakan satu bukti empiris bahwa kekuatan rakyat benar-benar ada, dimana kekuatan itu dapat meruntuhkan satu dinasti yang berkuasa, bak ribuan semut bersatu padu melawan gajah.

Darah tertumpah, keringat menetes, bahkan bangak korban nyawa melayang untuk membayar mahal dari era yang disebut Reformasi di tahun 1998 ini.

Namun ada satu sosok berperawakan kecil yang sebenarnya juga menjadi korban dalam membayar masa peralihan ini. Dia adalah BJ Habbibie. Satu sosok yang sebenarnya merupakan salah satu manusia terbaik bangsa ini. Sosok yang tegas dan lugas menyampaikan hal-hal dengan obyektif. Sosok yang berjasa dalam bidang keilmuan baik di dalam maupun luar negeri

Sosok yang juga dipermalukan didepan bangsanya sendiri.

[button color=”light” size=”small” type=”d3″ icon=”” target=”” url=”http://primanandaak.co/sosok-yang-tetap-tersenyum-2″]Baca Selengkapnya[/button]

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Jika Telinga dan Mata Bisa, Kenapa Hati Tidak?

Kita bisa menutup mata dan telinga terhadap hal yang kita tidak ingin lihat dan dengar. Seandainya hati bisa demikian, tentu akan sangat menyenangkan.

Manusia memang makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa. Mereka dianugerahi dengan akal untuk berpikir dan hati untuk merasa.

Namun kali ini aku terlampau jengah dan ingin sejenak memadamkan hati. Ingin aku berlari dan melupakan segalanya. Sejenak saja.

Rasa itu hinggap lagi. Rasa yang pernah ku coba enyahkan dengan setiap tetes tenaga yang nyaris terkuras habis.

Kucoba memejam mata. Aku tak melihatnya. Kucoba menutup telinga. Aku tak mendengarnya. Lalu hatiku mencobanya. Namun tidak bisa.

Terimakasih Tuhan, mungkin ini adalah cara-Mu memberi kekuatan. Satu skenario sempurna untuk memberitahu bahwa berlari bukan solusi. Apapun alasannya.

I wear my scars proud and think of it as my armor. First-born sons are supposed to be badass right?

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Numpang Nulis

Adalah suatu kehormatan diberi kesempatan untuk bisa menulis di blog ini. Blog, yang sejak hari pertama ajang #31HariMenulis dimulai, membuat saya begitu terkesan dan ingin membacanya setiap hari. Penasaran, apa yang kira-kira akan ditulis oleh tuan rumah blog. Dan sekarang saya diberi kesempatan untuk “nongol” mengisi blognya hari ini. Ini wow!

Sebenarnya saya juga tidak tahu ingin menulis apa di blog ini. Da tulisan saya mah apa atuh. Tapi berhubung ini adalah kesempatan emas, saya akan berusaha menggunakannya dengan sebaik mungkin. Meskipun pada akhirnya yang saya tulis adalah tulisan yang tidak bermutu. Meskipun nanti saya dimarahi dan dihujad oleh para fans dari tuan rumah blog ini. Dan meskipun pada akhirnya tulisan ini akan berakhir dengan tombol “Delete Post“.

Saya heran, ada-ada saja cara orang mengaku dirinya Tuhan. Selepas sholat Maghrib tadi, saya iseng membuka timeline akun LINE saya. Ada teman saya mem-posting gambar yang isinya merupakan hasil dari permainan yang biasanya diiklankan oleh Official LINE. Judul permainannya adalah “Terbuat dari apakah kamu, ketika kamu diciptakan?”. Kemudian saya tertarik untuk ikut memainkannya. Saya buka link-nya dan mulai mengikuti aturan.

Pertama saya disuguhi dengan prakata “Ketika Tuhan menciptakan saya..”. kemudian dibawah tulisan itu saya diminta mengisi nama lengkap saya. Kemudian saya klik “Lihat hasil”. Loading… Sesaat kemudian, muncul hasil dari data yang sudah saya entry tadi. Hasilnya? Wow! Disana muncul 3 gambar kakek-kakek tua berjenggot yang sedang memegang ramuan seperti yang dilakukan oleh para ilmuan kimia. Seperti ini hasilnya:

Ketika Tuhan Menciptakan Saya..
Gambar kakek 1: “Hhm, 1 sendok kepintaran”
Gambar kakek 2: “2 sendok tampang cakep”
Gambar kakek 3: “Terlalu sempurna, buat dia sedikit pendeeeeeekk… Oops!
Wow, hebat sekali kakek tua ini!

Mungkin sekarang Tuhan yang sebenarnya sedang tertawa :))

s

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Menghadapi Ujian dengan Permen Mint

Sebagai orang yang (masih) menjadi mahasiswa, kita sering mendengar istilah Minggu Tenang. Saya bertanya-tanya sebenarnya siapa sih yang menciptakan istilah ini. Siapapun orangnya, dia telah sukses membius para mahasiswa-mahasiswa malang diluar sana dengan istilah ‘tenang’, dimana kata tersebut digunakan untuk ‘memperhalus’ makna yang sebenarnya secara radikal.

Mari kita beralih dari topik yang sepet ke topik yang lebih manis. Mari kita bicara tentang permen!

Dulu waktu kecil orangtua kita sering marah gara-gara kita kebanyakan makan permen. Kita sering ditakut-takuti dengan bahaya permen dengan berbagai alasan, dari yang masuk akal (gigi berlubang) hingga yang diluar nalar (diculik orang gila).

Walaupun seperti dikambing hitamkan, sebenarnya permen punya manfaat yang besar terhadap kinerja otak dan pikiran kita.

Ahli psikologi Prof. Joel Warm dari University of Cincinnati mengatakan bahwa sebenarnya permen dengan rasa peppermint mampu meningkatkan efektifitas belajar. Penelitian yang ia lakukan membuktikan bahwa aroma peppermint terbukti dapat meningkatkan kemampuan fokus dari orang yang mengonsumsinya.

Hal ini juga dibuktikan oleh Bryan Raudenbush, seorang profesor ahli psikologi dari Wheeling Jesuit University. Dari penelitiannya yang dilakukan terhadap atlet olahraga akhirnya memeroleh temuan bahwa atlet yang menghirup aroma peppermint memiliki performa yang lebih baik daripada yang tidak.

So, mari sejenak kita lupakan ilusi dari minggu tenang. Saatnya beli permen, dan mulai mengerjakan!