“Letakkan disini dulu sus, –yak pelan-pelan”
“Adek namanya siapaaaa?”
“Lindaaaa oooom”, jawabnya tersenyum.
“Wah pinteeeeeer, sekarang kelas berapa?”
“Kelaas nol besaaal”
Senyumnya merekah lebar, menampakkan gigi-giginya yang belum sepenuhnya tumbuh.
“Ma-maaa, Linda gak nangis lhooo. Nanti Linda minta esklim Woles yaa Maaa”, pintanya manja sembari menarik-narik pelan baju Ibunya.
Ibunya tersenyum dan mengangguk sekedarnya.
“Dok, ruang sudah kami siapkan. Bisa dipindah sekarang”
“Rinda pindah dulu ya, biar cepet sembuh”
“Mari diangkat sus. Satu… Dua… Tiga….”
Mendadak senyum lucunya berubah menjadi raung tangis yang menyayat, saat kaki penuh balutan perban itu diangkat.