Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Numpang Nulis

Adalah suatu kehormatan diberi kesempatan untuk bisa menulis di blog ini. Blog, yang sejak hari pertama ajang #31HariMenulis dimulai, membuat saya begitu terkesan dan ingin membacanya setiap hari. Penasaran, apa yang kira-kira akan ditulis oleh tuan rumah blog. Dan sekarang saya diberi kesempatan untuk “nongol” mengisi blognya hari ini. Ini wow!

Sebenarnya saya juga tidak tahu ingin menulis apa di blog ini. Da tulisan saya mah apa atuh. Tapi berhubung ini adalah kesempatan emas, saya akan berusaha menggunakannya dengan sebaik mungkin. Meskipun pada akhirnya yang saya tulis adalah tulisan yang tidak bermutu. Meskipun nanti saya dimarahi dan dihujad oleh para fans dari tuan rumah blog ini. Dan meskipun pada akhirnya tulisan ini akan berakhir dengan tombol “Delete Post“.

Saya heran, ada-ada saja cara orang mengaku dirinya Tuhan. Selepas sholat Maghrib tadi, saya iseng membuka timeline akun LINE saya. Ada teman saya mem-posting gambar yang isinya merupakan hasil dari permainan yang biasanya diiklankan oleh Official LINE. Judul permainannya adalah “Terbuat dari apakah kamu, ketika kamu diciptakan?”. Kemudian saya tertarik untuk ikut memainkannya. Saya buka link-nya dan mulai mengikuti aturan.

Pertama saya disuguhi dengan prakata “Ketika Tuhan menciptakan saya..”. kemudian dibawah tulisan itu saya diminta mengisi nama lengkap saya. Kemudian saya klik “Lihat hasil”. Loading… Sesaat kemudian, muncul hasil dari data yang sudah saya entry tadi. Hasilnya? Wow! Disana muncul 3 gambar kakek-kakek tua berjenggot yang sedang memegang ramuan seperti yang dilakukan oleh para ilmuan kimia. Seperti ini hasilnya:

Ketika Tuhan Menciptakan Saya..
Gambar kakek 1: “Hhm, 1 sendok kepintaran”
Gambar kakek 2: “2 sendok tampang cakep”
Gambar kakek 3: “Terlalu sempurna, buat dia sedikit pendeeeeeekk… Oops!
Wow, hebat sekali kakek tua ini!

Mungkin sekarang Tuhan yang sebenarnya sedang tertawa :))

s

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Menghadapi Ujian dengan Permen Mint

Sebagai orang yang (masih) menjadi mahasiswa, kita sering mendengar istilah Minggu Tenang. Saya bertanya-tanya sebenarnya siapa sih yang menciptakan istilah ini. Siapapun orangnya, dia telah sukses membius para mahasiswa-mahasiswa malang diluar sana dengan istilah ‘tenang’, dimana kata tersebut digunakan untuk ‘memperhalus’ makna yang sebenarnya secara radikal.

Mari kita beralih dari topik yang sepet ke topik yang lebih manis. Mari kita bicara tentang permen!

Dulu waktu kecil orangtua kita sering marah gara-gara kita kebanyakan makan permen. Kita sering ditakut-takuti dengan bahaya permen dengan berbagai alasan, dari yang masuk akal (gigi berlubang) hingga yang diluar nalar (diculik orang gila).

Walaupun seperti dikambing hitamkan, sebenarnya permen punya manfaat yang besar terhadap kinerja otak dan pikiran kita.

Ahli psikologi Prof. Joel Warm dari University of Cincinnati mengatakan bahwa sebenarnya permen dengan rasa peppermint mampu meningkatkan efektifitas belajar. Penelitian yang ia lakukan membuktikan bahwa aroma peppermint terbukti dapat meningkatkan kemampuan fokus dari orang yang mengonsumsinya.

Hal ini juga dibuktikan oleh Bryan Raudenbush, seorang profesor ahli psikologi dari Wheeling Jesuit University. Dari penelitiannya yang dilakukan terhadap atlet olahraga akhirnya memeroleh temuan bahwa atlet yang menghirup aroma peppermint memiliki performa yang lebih baik daripada yang tidak.

So, mari sejenak kita lupakan ilusi dari minggu tenang. Saatnya beli permen, dan mulai mengerjakan!

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

10 Hal yang Bikin Dunia Jauh lebih Indah

21

1. Ada warung penyetan yang nyediain sambal bawang ngga pedes. Gurih asin tetep, pedesnya jangan.

2. Bisa capture apapun yang kita lihat dengan cara gigit bibir + kedip 2 kali.

3. Ada batere laptop yang tahan 20 sampe jam.

4. Punya satu ember penuh chicken nugget rasa original.

5. Ada gantungan kunci yang bisa di miscall.

6. Punahnya kecoak dari muka bumi. Ato paling engga ter degenerasi jadi gak bisa terbang.

7. Pengamen yang bisa ngerasa malu kalo suaranya soak.

8. Printer yang bisa cetak rekapan orang yang (sempet) naksir dalam sehari. Oh Dian Sastro… kutahu kau ada didalamnya…

9. Pintu kemana saja yang juga bisa dipake buat berkunjung ke hatimu.

10. Skripsi BAB 1-5 udah lengkap semua.

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Karinda

“Letakkan disini dulu sus, –yak pelan-pelan”

div

“Adek namanya siapaaaa?”

“Lindaaaa oooom”, jawabnya tersenyum.

“Wah pinteeeeeer, sekarang kelas berapa?”

“Kelaas nol besaaal”

Senyumnya merekah lebar, menampakkan gigi-giginya yang belum sepenuhnya tumbuh.

“Ma-maaa, Linda gak nangis lhooo. Nanti Linda minta esklim Woles yaa Maaa”, pintanya manja sembari menarik-narik pelan baju Ibunya.

Ibunya tersenyum dan mengangguk sekedarnya.

“Dok, ruang sudah kami siapkan. Bisa dipindah sekarang”

“Rinda pindah dulu ya, biar cepet sembuh”

“Mari diangkat sus. Satu… Dua… Tiga….”

Mendadak senyum lucunya berubah menjadi raung tangis yang menyayat, saat kaki penuh balutan perban itu diangkat.

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Menatap Waktu

Mata Nurdin mulai memerah. Sesekali ia menguap, namun tak tuntas.

“Kau mengantuk?”, kata Sipir.

Nurdin tetap diam. Matanya bergerak liar melirik setiap sudut ruangan. Ia sesekali melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul 23.30

“Istirahatlah nak, tenangkan dirimu”, tutur sang Ustad

“Diam kau Ustad!”, bentak Nurdin.

“Aku akan tetap terbangun hingga 15 bajingan bersenjata itu memaksaku tidur selamanya ”

 

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Neymar, The Protege

You can’t stop what you can’t see.

Neymar da Silva Santos Jr. Lahir pada bulan Februari 1992 di Sao Paulo, Brazil. Seorang anak dari mantan pesepakbola Brazil, Neymar.

Ia lahir di kota Sao Paulo, sebuah kota yang terselimuti oleh papan-papan reklame yang tersebar tak karuan. Kota ini akhirnya mengalami perubahan besar-besaran setelah pemerintah memutuskan untuk menurunkan segala media iklan luar ruang di kota tersebut. Lebih parah lagi ternyata ada sebagian warga yang baru menyadari ternyata mereka memiliki tetangga ketika papan-papan reklame tersebut diturunkan.

Celoteh dan Cerita, Perjalanan dan Manusia

Mata Tak Butuh Bahasa

17

Jika ditanya dimana titik terlemah dan terkuat seorang manusa. Mungkin mata adalah jawabannya.

Mata adalah jendela jiwa. Sepasang anugerah dari Maha Pencipta.

Mata berbicara tanpa bahasa. Dimana makna ‘kan terasa tanpa perlu diterka.

Melihat keatas mencari mimpi. Melihat kebawah mensyukuri. Melihat kedalam berbenah diri. Melihat keluar bertoleransi. Melihat kebelakang mengilhami. Melihat kedepan – dan berlari

Mata akan tetap menjadi mata. Selama kita mempersilakannya.