Celoteh dan Cerita

You are You

Be who you are and say what you feel. Because those who mind dont matter and those who matter don’t mindDr. Seuss

Celoteh dan Cerita

Karena Semua Orang Bisa Menulis

Tidak terasa kegiatan #NulisJuga sudah berakhir, suatu kegiatan nulis sebulan penuh yang diikuti oleh 17 orang. Hari ini genap sebulan keisengan kami ini berjalan, tentunya sudah banyak sekali tulisan-tulisan baik itu dari yang ga penting sampe yang lumayan penting. Puluhan nama alay juga telah bergaung di media sosial, menorehkan suatu kebanggaan yang timbul dari sekedar lupa menulis.

Terimakasih buat ke 17 temen yang udah berpartisipasi, Atok, Septri, Nisa, Ghani, Gigi, Tya, Frenda, Rani, Heri, Isna, Etik, Dina, Gita, Fian, Dadan, dan Devi. Tulisan kalian semuanya keren! dari yang ditulis niat nan telaten, sampe yang cuma sekedar absen.

Terimakasih! Terimakasih! Terimakasih! See you next year 🙂

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadianPramoedya Ananta Toer

Branding dan Marketing

LINE@ is now Measurable!

 

Melihat perkembangan LINE@ yang semakin banyak digunakan, saya jadi penasaran dan ingin menulis sesuatu tentang channel ini.

Setelah diluncurkan pada tahun 2015, saat ini LINE@ telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Dari awalnya hanya memiliki fitur sederahana seperti scheduled posting, broadcast message, dan autoresponder, saat ini LINE@ telah memiliki fitur reporting yang cukup mumpuni. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk para Digital Marketeers untuk melakukan measurement atas campaign yang ia jalankan.

Biasanya kita mengakses LINE@ menggunakan aplikasi mobile. Jika dibuka menggunakan aplikasi ini, fitur yang dimiliki terkesan biasa saja. Namun jika kita membukanya dengan PC/Desktop pada link admin-official.line.me, banyak sekali fitur reporting yang ada didalamnya.

Fitur reporting ini akan sangat membantu dalam memperoleh berbagai data yang berguna untuk menemukan insight,  dan juga bisa digunakan untuk perencanaan campaign selanjutnya.

Yuk coba!

Celoteh dan Cerita

Logika Jakarta

Jakarta, kota serba cepat yang tidak secepat laju kendaraannya. Belum genap sebulan saya di kota ini, tapi ada beberapa fenomena yang agak janggal yang mungkin cuma ada disini.

1. Di Jakarta klakson dipercaya dapat menambah kecepatan kendaraan dikala macet.

2. Di Jakarta harga nasi  dan lauk di warteg adalah sebuah misteri yang hanya diketahui oleh pemilik warteg dan Tuhan semata.

3. Di Jakarta sopir angkot percaya bawasanya melaju pelan adalah sumber penghasilan. Dia percaya bahwa di dunia ini hanya dia seorang yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya.

Itu dulu aja karena waktu udah mepet. Mungkin bisa dilanjut besok.

Celoteh dan Cerita

5 Lagu Wajib Saat Hujan

OUGp2

DEPAPEPE – Li Hi Dattane
Rene Olstead – A Love That Will Last (thanks!)
Christina Perri – The Word
X Japan – Endless Rain
Payung Teduh – Rahasia

Aroma petrichor akan lebih sempurna jika ada nada yang menemaninya.

Celoteh dan Cerita

Beatitude in a Heartbeat

You were the whisper behind everybody’s ear

You were the faith inside a skeptic’s heart
You were the driving force behind every revolution
You were the passion in lovers’ nights
You were the guiding light in my life

You were the dream inside a dream

You were the fourth leaf of a clover
You were the dull thorn of a blooming rose
You were the heart shaped birthmark on a virgin’s skin
You were the dazzling star upon my sky

You were all I wanted and more
And you were the one I couldn’t have

ailurophile

Celoteh dan Cerita

@da Apa Dengan Twitter?

Beberapa hari yang lalu saya baca salah satu artikel di internet yang nyebutin kalo Twitter mau naikin jumlah batasan tweet nya menjadi 10.000 karakter. Sontak saya kaget, sebenarnya buat apa Twitter menaikkan jumlah karakternya? Tentu jika iya, linimasa dipastikan akan terasa sesak. Belum lagi jika banyak promoted tweet, makin penuh lah jadinya.

Sebenarnya 140 karakter adalah sebuah angka sakral yang harus dipegang teguh oleh Twitter. Batasan karakter ini juga menjadi unique selling proposition dari channel ini. Angka ini juga menjadikan pengguna Twitter untuk lebih jeli dalam memilih kata.

Kalo memang akan dinaikkan menjadi 10.000 karakter, lalu apa bedanya dengan Facebook?