Surya perlahan hilang bersembunyi di balik selimut awan.
Angin berhembus pelan, membawa butir air sejuk yang tak terlihat.
Hujan rintik datang. Lemah gemulai, melayang, tak berdaya melawan angin.
Bersama waktu, ia berubah deras, menghujam tegas.
Kali ini, aku merasakan takut yang mungkin pernah kamu rasakan. Terombang ambing layaknya hujan gerimis tadi siang. Hanya bisa menebak-nebak di kota orang.
Tidak, tidak banyak, tidak boleh banyak-banyak.
Karena kukira tak apa.
Ada waktu yang akan menyelaraskan segalanya.
Dimulai dari nol,
menjadi satu,
dua,
tiga,
dan seterusnya…
Ah sudahlah!
Dalam segalanya, kali pertama itu absolut.2016
Bukan mulai dari mana, tapi sejauh mana tempat berakhirnya.
Dalam senja ke 538km melawan matahari.




